Diklat fungsional merupakan salah satu jenis diklat yang penting untuk dipahami secara lebih mendalam. Berbicara mengenai diklat tersebut, tak sedikit yang kesulitan dalam membedakannya dengan diklat teknis. Meskipun sama-sama diklat, namun keduanya sangatlah berbeda. Ketahui apa saja perbedaannya supaya lebih mudah dalam mengenalinya.
Beda Diklat Fungsional dan Teknis
Untuk mengetahui perbedaan keduanya, pastikan tidak melewatkan pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Tujuan
Salah satu perbedaannya yaitu dari tujuan pelaksanaan pelatihan tersebut. Pada umumnya, diklat fungsional berupa pelatihan untuk karyawan dengan tujuan supaya bisa meningkatkan kemampuan fungsional saat menjalankan tugasnya. Sementara untuk diklat teknis berupa pelatihan bagi karyawan agar mampu meningkatkan kemampuan teknis selama menjalankan tugas.
Contoh
Untuk mengetahui perbedaan keduanya, ada baiknya jika juga mencermati contohnya. Perihal pelatihan fungsional contohnya seperti halnya Diklat TOT PKT, Diklat TOT Perencanaan Peningkatan Kinerja dan Diklat TOT Umum Kewidyaiswaraan.
Lain halnya dengan contoh diklat teknis yang mencakup Diklat Teknologi Informasi Terpadu, Diklat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sampai dengan Diklat Penyidik PNS (Pegawai Negeri Sipil).
Materi
Perlu untuk diketahui bahwa kedua diklat ini juga bisa dibedakan dari segi materinya. Untuk pelatihan fungsional, materinya mencangkup peningkatan kompetensi, penyusunan program kerja ataupun perencanaan pendidikan, penyusunan kurikulum, pengembangan metodologi saat mengajar sampai dengan penilaian proses maupun hasil belajar murid.
Berbeda dengan diklat teknis, materi yang diberikan berlandaskan kepribadian maupun etika ASN (Aparatur Sipil Negara) pada jenjang masing-masing. Diklat ini terselenggara untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap maupun perilaku pesertanya. Alhasil, pesertanya bisa menjalankan tugas teknis dengan jabatan profesional.
Jenis
Baik itu diklat fungsional maupun diklat teknis sama-sama terbagi menjadi beberapa jenis. Untuk pelatihan fungsional, jenisnya mencangkup Diklat Lanjut, Diklat Dasar, Diklat Tinggi dan Diklat Menengah. Jenis-jenis pelatihan fungsional tersebut berdasar pada jenjang jabatan.
Untuk jenjang jabatan fungsional itu sendiri meliputi Jenjang Terampil dan Jenjang Ahli. Jenjang Terampil seperti halnya pemula, pelaksana lanjutan, pelaksana dan penyelia. Kemudian untuk Jenjang Ahli berupa muda, pertama, madya dan utama.
Selanjutnya untuk diklat teknis, jenisnya ada dua. Sebut saja diklat teknis substantif serta teknis umum. Diklat teknis substantif ialah pendidikan maupun pelatihan untuk memberi pengetahuan sekaligus keterampilan yang sifatnya substantif.
Lalu untuk diklat teknis umum, terselenggara guna memberi pengetahuan maupun keterampilan dengan sifat teknis umum. Diklat teknis umum ini meliputi administrasi maupun manajemen dalam mencapai kompetensi PNS.
Tak bisa kita pungkiri bahwa diklat fungsional memang memiliki perbedaan yang mencolok dengan diklat teknis. Dari perbedaan tersebut, kita bisa menjadikannya referensi untuk mengenali keduanya secara detail. Karena sudah tahu perbedaan keduanya, maka bisa lebih yakin untuk mengikuti pelatihannya.
